Insecurity makes me write

“Never give your all. Because nothing stay forever. Because you’ll have nothing left. Because I’ve learned it.”
au revoir

Untuk aku yang terlalu memercayakan bahagia kepadamu,

Untuk kamu yang terlalu lihai membuat segala terlihat begitu nyata.

 

Mulai sekarang aku pensiun ya.

Pensiun menggantungkan harap juga angan, kepadamu.

Pensiun dengan penantian dalam kekosongan; dimana bahu untukku bersandar saat lelah, nyatanya tak pernah menghampiri.

Kamu adalah persinggahan yang indah.

Dan perjalananku masih akan terus berlanjut. (Tadinya aku mengira telah menemukannya; tempat tuk melabuhkan hati. Namun ternyata masih belum.)

 

Setelah ini, aku masih bingung akan kukemanakan mimpi-mimpi itu; yang dulu ingin diwujudkan bersama.

Tapi, mimpi-mimpi itu tidak akan hilang, ia akan menjadi memori yang sesekali dapat ku putar kembali di ingatan. Manis.

Setelah ini, aku akan melakukan lebih banyak hal dari biasanya, agar tidak melulu teringat kamu. Walaupun nyatanya, yang kuinginkan lagi-lagi hanya bersamamu. Masih selalu.

 

Mungkin itu saja, pesawatku akan terbang sebentar lagimembawa ke tempat dimana seharusnya aku berada.

Jaga dirimu.

Doakan aku segera menemukan pelabuhanku, ya :)

Aku pun begitu.

 

Au revoir.

Nyatanya aku

Nyatanya, degupan-degupan (yang dulu) itu, tak akan pernah; benar-benar hilang.

Nyatanya, selalu masih ada ruang kosong di relung-relung; untukmu, tuk kembali.

Nyatanya, seabu-abu apapun kamu, aku kan tetap berdiri disini; menunggumu, tanpa jemu.

Nyatanya, selama apapun kamu pergi, aku akan selalu; sekali lagi membuka pintu, dan menyambutmu hangat.